Ricikan (Asesoris Wayang Orang) Reviewed by Momizat on . Ricikan (Asesoris Wayang Orang) Ricikan (jw) adalah istilah khas untuk meyebut asesoris pad busana dan perlangkapan pentas peraga wayang orang. Fungsi ricikan a Ricikan (Asesoris Wayang Orang) Ricikan (jw) adalah istilah khas untuk meyebut asesoris pad busana dan perlangkapan pentas peraga wayang orang. Fungsi ricikan a Rating: 0
You Are Here: Home » Rias dan Busana » Ricikan (Asesoris Wayang Orang)

Ricikan (Asesoris Wayang Orang)

Ricikan

(Asesoris Wayang Orang)

Ricikan (jw) adalah istilah khas untuk meyebut asesoris pad busana dan perlangkapan pentas peraga wayang orang. Fungsi ricikan adalah pendukung artistik untuk menguatkan karakter dan memperindah penampilan seorang tokoh. Selain itu fungsi ricikan adalah penanda identitas untuk membedakan tokoh yang satu dengan yang lain. Karena setiap tokoh mempunyai kelengkapan ricikan yang berbeda dengan tokoh lainnya.

Yang termasuk ricikan di dalam tata busana wayang orang: Sumping, gumbala, wok, kelat bahu, gelang, kalung robyong, kalung penanggalan, kalur ulur, gimbalan, praba, uncal, badhong, binggel, dan masih banyak lagi. Bentuk-bentuk dan variasi ricikan disesuaikan dengan karakter tokoh yang memakainya.

Sekar Budaya Nusantara mempunyai pakem ricikan yang khas, yang berbeda dengan wayang orang lainnya, yaitu penggunaan prada mas tanpa sunggingan (cat) yang berwarna-warni dengan meminimalisasi penggunaan batu, payet, dan pernik-pernik yang berkilauan berlebihan. Dengan pencahayaan yang bagus, sinar dan aura dari tokoh yang mengenakan ricikan gaya SBN akan kelihatan kesan klasik, mrabu (berwibawa/kharismatik). Dengan dukungan artistik ricikan dan tata rias yang tepat, karakter tokoh akan muncul lebih kuat dan elegan.

GARUDA MUNGKUR

SUMPING

Adalah ricikan wayang orang yang dikenakan di telinga, menyatu dengah irah-irahan/makhota. Asesoris sumping ini menjadikan peraga wayang kelihatan lebih cantik/tampan, terutama jika dilihat dari samping. Garis lengkung sumping akan meneruskan daris dagu peraga.

GUMBALA

Gumbala/kumis adalah ricikan baku bagi peraga wayang yang berkarakter gagahan. Kesan berwibawa akan terpancar dari tokoh yang mengenakan ricikan ini.

GIMBALAN

Adalah rambut yang berjuntai di belakang punggung. Rambut tebal dan panjang tersebut memberi kesan sebagai tokoh yang perkasa, seperti: Niwatakawaca, Burisrawa, jagal, Abilawa, dll.

KUKU PANCANAKA

Ada beberapa tokoh yang mempunyai ricikan pamijen (khusus), misalnya Bima atau Werkudara. Ia mempunyai ricikan khusus berupa kalung berkepala naga, kelat bahu yang besar dan kuku yang disebut Kuku Pancanaka.

PRABA

Adalah ricikan yang dikenakan di belakang punggung, membentuk segi tiga lengkung mengarah ke belakang. Pangkal praba terdapat lubang yang dikaitkan pada kedua bahu. Tokoh yang mengenakan praba diantaranya: Gatutkaca, Baladewa, Kresna, Duryudana, Karna, dll.

 

 

ENDHONG

Adalah wadah menaruh anak panah. Endhong dengan anak panah adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ricikan ini dikenakan oleh ksatria yang ahli memanah, seperti: Arjuna, Abimanyu, Karna, Srikandi, dll.

KALUNG ULUR

Dipakai oleh para ksatria dan raja untuk menambah kesan wibawa. Kalung ini berupa manik-manik atau untaian bertatahlan batu permata yang dikalungkan di leher memanjang sampai pinggang. Di tengah kalung (posisi dada) dihiasi motif batu permata.

KALUNG PENANGGALAN

Ricikan ini biasanya dipakai oleh seorang ksatria. Kalung ini berbentuk wulan tumanggal (bulan sabit), satu atau dua susun melingkar di leher sampai batas dada. Berbahan logam/kulit yang divariasi dengan motiv ukiran, manik-manik dan batu permata.

UNCAL dan BADHONG

Ricikan ini dikenakan oleh peraga pria. Asesoris ini berupa tali yang menjuntai ke bawah dengan ujung berumbai yang bisa difungsikan sebagai senjata (Bandil). Diantara dua uncal terdapat ricikan ayng dinamakan badhong. Badhong dikenakan di bawah epek/sabuk, terletak diantara kaki peraga wayang.

KALUNG ROBYONG

Kalung ini dikenakan oleh tokoh Puntadewa. Kalung Robyong tiga susun ini adalah kalung pusaka yang mempunyai daya linuwih, jika Puntadewa berduka lalu meraba kalung ini, Puntadewa akan menjelma menjadi raksasa yang menakutkan.

KELAT BAHU

Adalah asesoris yang dipakai oleh peraga wayang pria maupun wanita sebagai hiasan di lengan. Untuk tokoh Puntadewa, Arjuna, dan Sembadra ketika masih muda memakai kelat bahu, tetapi ketika sudah tua tidak lagi. Falsafahnya manusia semakin dewasa ridak lagi mengutamakan hiasan/tata lahir, namun harus lebih mengutamakan olah batin.

SIMBAR DHADA

Simbar dada/bulu dada adalah peraga wayang orang pria yang ada langsung dilukiskan di dada tokoh, tetapi ada juga yang diwujudkan dengan kain beludru hitam atau wool hitam yang berbulu. Asesoris ini dikenakan oleh tokoh gagahan, seperti: Duryudana, Setyaki, Bima, dll.

 

About The Author

Number of Entries : 384

Leave a Comment

© 2011 Powered By SekarBudayaNusantara by SBN Team

Scroll to top