Supala Reviewed by Momizat on . ARYA SUPALA adalah putra Prabu Kandiraja, raja negara Kadi. Ia mempunyai cacad tubuh sejak lahir. Bertangan empat,  berkaki empat, dan bermata tiga, satu mata b ARYA SUPALA adalah putra Prabu Kandiraja, raja negara Kadi. Ia mempunyai cacad tubuh sejak lahir. Bertangan empat,  berkaki empat, dan bermata tiga, satu mata b Rating: 0
You Are Here: Home » Tokoh atau Karakter » Supala

Supala

ARYA SUPALA adalah putra Prabu Kandiraja, raja negara Kadi. Ia mempunyai cacad tubuh sejak lahir. Bertangan empat,  berkaki empat, dan bermata tiga, satu mata berada di tengah dahi. Wangsit dewata yang diterima Prabu Kandiraja membisikkan, bahwa cacad Supala hanya dapat disembuhkan oleh tangan Dewa Wisnu, tapi di tangan penyembuhnya itulah hidup mati Supala berada.

Prabu Kandireja lalu mengadakan jamuan dan mengundang raja-raja sekitar dan  juga ksatria. Harapannya salah satu dari tamu undangan adalah titisan Wisnu seperti bisikan gaib yang diterimanya. Banyak tamu yang diminta untuk memberkati jabang bayi cacat dengan menggendongnya. Salah satu undangan yang hadir adalah Narayana. Ketika Narayana menggendong bayi itu. Dua kaki semu yang lemas tak bertulang seperti daging tumbuh itu rontok. Tangannya  sepasang yang tidak sempurna juga lepas. Matanya juga menjadi normal. Akhirnya Supala diserahkan hidup matinya kepada Narayana/Prabu Kresna, putra Prabu Basudewa dengan Dewi Mahindra dari negara Mandura. Narayana berjanji tidak akan membunuh Supala sampai Supala menghina dan merendahkan martabatnya sebanyak seratus kali.

Setelah dewasa, Supala menjadi raja negara Kadi menggantikan kedudukan ayahnya. Ia menjalin hubungan yang sangat dekat dengan Prabu Jarasanda, raja negara Magada. Supala berwatak; angkuh, keras hati, pandai bicara dan selalu menuruti kata hati.

Akhir riwayatnya diceritakan, Supala tewas oleh Prabu Kresna. Kepalanya putus karena lehernya  tertebas putaran senjata Cakra. Akibat dari kelancangan Supala menghina dan merendahkan martabat Prabu Kresna di hadapan lebih dari 100 raja yang hadir dalam acara Sesajirajasuya, pesta besar penobatan Puntadewa menjadi raja negara Amarta. Walaupun penghinaan itu diucapkan hanya sekali itu, tetapi karena dihadapan 100 orang kepala negara/raja. Kresna menganggap janjinya telah tiba. Supala dihabisi.

About The Author

Number of Entries : 384

Leave a Comment

© 2011 Powered By SekarBudayaNusantara by SBN Team

Scroll to top