You Are Here: Home » Organisasi

Organisasi

1.      Paguyuban

Sekar Budaya Nusantara adalah suatu wadah yang berbentuk Paguyuban, yang menghimpun para budayawan, pengamat dan peminat budaya dan juga pelaku budaya atau seniman yang mempunyai  visi dan minat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada di Indonesia.

Pada tahun 2002-2004 kegiatan Sekar Budaya Nusantara lebih terfokus pada kegiatan rekaman dan siaran di TVRI. 2005-2010 mulai melakukan pergelaran secara live show dan pergelaran road show di daerah-daerah. Selain itu juga melakukan kegiatan budaya yang lain seperti pengkajian, jelajah budaya, bawaraos, kerjasama dll. Apresiasi masyarakat terhadap SBN semakin berkembang. Banyak pula pribadi dan lembaga budaya yang terlibat dalam gerakan budaya yang dicetuskan oleh SBN. Diantara para pendukung dan pemerhati tumbuh roh kebersamaan, jiwa keguyuban dan ikatan batin sudah mengakar begitu kuat.

Pendekatan keanggotaan dalam wadah Sekar Budaya Nusantara adalah secara personal, namun tidak tertutup kemungkinan secara kelembagaan, seperti asosiasi, sanggar dan lainnya dalam bentuk jalinan kerja sama sebagai Mitra SBN.  Keanggotaan pendukung Paguyuban Sekar Budaya Nusantara adalah bersifat perorangan meskipun yang bersangkutan telah menjabat atau mempunyai tugas di organisasi lain, baik di Pemerintahan maupun di Swasta. Ikatan diantara para anggota Sekar Budaya Nusantara adalah kesamaan visi dan misi masing-masing dan diantaranya mereka saling menyadari bahwa dengan penggabungan kemampuan dan profesionalisme dari setiap anggota akan dapat menghasilkan produk atau karya budaya yang adi luhung dan abadi. Anggota Paguyuban terikat dengan Kode Etik Dharma Prasetya.

Paguyuban Sekar Budaya Nusantara tidak profit oriented dalam melaksanakan aktivitasnya karena aspek sosial akan menjadi lebih menonjol dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian dan pengembangan  budaya tradisional di Indonesia  yang dalam prakteknya saat ini memang memerlukan suatu penanganan secara khusus.

Seniman harus mempunyai alternatif sumber pendapatan yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya. Adanya jaminan sumber pendapatan alternatif ini akan mendorong mereka menjadi lebih professional dalam kiprah di bidangnya sehingga merupakan suatu bentuk pengabdian yang penuh dedikasi.

Organisasi Sekar Budaya Nusantara didirikan dengan tujuan antara lain adalah meningkatkan kemampuan profesionalisme budaya tradisional dan sekaligus menumbuhkan rasa kemandirian komunitas budaya tradisional dengan memberikan kemampuan kepada mereka dalam mendapatkan pendapatan alternatif.

 

2.      PT. Sekar Budaya Nusantara (2002-sekarang) 

Guna melaksanakan visi dan misinya sebagai paguyuban dan  mampu  membiayai dirinya sendiri, perlu dibentuk lembaga berbadan hukum dengan nama PT. Sekar Budaya Nusantara. Lembaga ini sejak awal secara resmi mewakili paguyuban Sekar Budaya Nusantara untuk kegiatan yang memerlukan persyaratan administrasi legal-formal. Terutama sejak dijalin  MOU dengan TVRI dalam upaya mensosialisasikan teater tradisi wayang orang dengan lebih modern dan difahami oleh masyarakat. Sebagai konsekuensi adanya kerjasama SBN dan TVRI maka SBN berstatus sebagai PT. Status PT dimanfaatkan pula untuk pengelolaan produksi VCD dan DVD Wayang Orang/ Matra serta untuk penerbitan majalah budaya Bende dan penerbitan buku-buku SBN.

Seluruh biaya pergelaran maupun  live show diawali dengan biaya sendiri sehingga modal PT SBN adalah modal pribadi dan sampai sekarang belum pernah ada keuntungan. Setiap dana pergelaran yang diterima dari pihak lain dipertanggungjawabkan habis, bahkan SBN selalu tombok. Termasuk biaya untuk kegiatan berupa pergelaran, ceramah, diskusi, jelajah budaya, bawa raos dll. Satu-satunya bantuan yang pernah diterima adalah dana hibah dari Pemda Jawa Tengah.  Sejak tahun 2004 SBN  mendapatkan bantuan dana hibah dalam rangka “ndandani” kebudayaan yang menjadi identitas Jawa Tengah, ketika yang menjabat Gubernur Jawa Tengah adalah Bapak Drs. H. Mardiyanto. Bantuan dana hibah  tersebut berakhir sampai dengan tahun 2011 di bawah pimpinan Gubernur Bibit Waluyo karena adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri  bahwa dana hibah harus dikelola oleh organisasi yang berdomisili di Jawa Tengah.

 

3.   Yayasan SBN

Dengan perkembangan program pemerintah untuk mengembangkan budaya yang lebih luas serta adanya permintaan dari pemerintah RI dan pimpinan TMII kepada Ibu Nani Soedarsono sebagai Dewan Pembina Kebudayaan TMII untuk  mensukseskan pelaksanaan kerjasamanya diharapkan SBN berstatus sebagai Yayasan.

 

4.      Nani Center

Perjalanan SBN sebagai satu organisasi telah melalui tahapan-tahapan organisatoris dari bentuk  paguyuban,  PT, dan Yayasan. Selain itu di Kantor SBN Jl. Duren Tiga No. 27 mencakup berbagai organisasi dan kegiatan seperti pengkajian, penelitian, penerbitan, pendataan dari berbagai masalah sosial-budaya, sehingga sudah sepantasnya Sekar Budaya Nusantara meningkatkan statusnya menjadi Lembaga Budaya SBN atau yang secara popular dengan sebutan Nani Center.

© 2011 Powered By SekarBudayaNusantara by SBN Team

Scroll to top