Pusat Pelatihan Tari dan Musik Tradisional Sekar Budaya Nusantara Reviewed by Momizat on . Pusat Pelatihan Tari dan Musik Tradisional Sekar Budaya Nusantara   Sebagai sesuatu yang mempunyai misi untuk melestarikan dan mengembangkan seni tradition Pusat Pelatihan Tari dan Musik Tradisional Sekar Budaya Nusantara   Sebagai sesuatu yang mempunyai misi untuk melestarikan dan mengembangkan seni tradition Rating: 0
You Are Here: Home » Diklat » Pusat Pelatihan Tari dan Musik Tradisional Sekar Budaya Nusantara

Pusat Pelatihan Tari dan Musik Tradisional Sekar Budaya Nusantara

Pusat Pelatihan

Tari dan Musik Tradisional

Sekar Budaya Nusantara

 

Sebagai sesuatu yang mempunyai misi untuk melestarikan dan mengembangkan seni traditional Nusantara, Sekar Budaya Nusantara selain melakukan produksi sinematografi Wayang Orang, juga intensif mengembangkan sesuatu unit kegiatan pendidikan yang ternyata cukup dapat berkembang bagus yaitu unit ”Pelatihan Tari dan Musik Traditional” yang telah didirikan pada tanggal 10 maret 2003.

Sejak awal Sekar Budaya Nusantara memang hanya mengkonsentrasikan kegiatan pendidikan dan pelatihan ini pada anak – anak yang berusia antara 5 tahun sampai 15 tahun, namun dalam 2 tahun belakangan ini usia remaja pun mulai tertarik minatnya.

Sasaran pendidikan pada anak-anak menjadi prioritas utama karena ini merupakan salah satu misi Sekar Budaya Nusantara dalam usaha menumbuhkan apresiasi masyarakat pada seni traditional, yang harus dimulai dari usia dini atau sejak anak-anak, sehingga kekhawatiran akan kemungkinan putusnya generasi yang faham dan mampu menghargai seni traditional tidak terjadi.

Pengenalan seni tari dan musik traditional kepada anak-anak,melalui sesuatu program pendidikan luar sekolah adalah tahap awal untuk menumbuhkan luar sekolah adalah awal untuk menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap seni traditional secara nyata. Ini merupakan langkah untukmengimbangi agar generasi muda atau anak-anak sekolah yang umumnya hanya sekedar diberi sajian buku-buku pelajaran sekolah yang konsepnya masih lebih kearah teoritis.

Di pusat Pelatihan Tari dan Musik Traditional yang dikelola Sekar Budaya Nusantara ini anak-anak diberi pengenalan dan pelatihan langsung dan secara praktis dasar – dasar tari dan musik.

Mereka  langsung dibiasakan dengan praktek dan secepat mungkin mereka dipacu untuk siap melakukan pentas dipanggung agar motivasi mendalami pengetahuannya tentang seni traditional yang dipelajari lebih intensif dilakukan.

Metode pelatihan dan pendidikan seperti inilah yang hampir mirip dengan hasil penelitian dari Sunyoto Usman (1980) yang dalam derajad masing-masing akan mampu meningkatkan apresiasi terhadap suatu jenis seni (lihat artikel Apresiasi Generasi Muda terhadap Seni Traditional)

Selain pendidikan tentang seni tari dan musik traditional, di Pusat Pelatihan tersebut, setiap anak didik diajarkan juga nilai – nilai ”intangible” yang terkandung dalam seni traditional tersebut. Mereka diajarkan bagaimana menghormati kepada yang lebih tua, bagaimana tata cara bergaul dengan sebaya nya ,menghargai kebersamaan dalam melakukan kegiatan, sikap kedisiplinan dan menghargai waktu, kebersihan pribadi dan lingkungan, selalu bersikap jujur dan juga dibiasakan untuk saling membantu dalam belajar diantara mereka.

Metode pendidikan semacam ini ternyata dapat diserap dengan baik dan telah secara otomatis menjadi suatu nuansa yang selalu muncul disetiap mereka melakukan latihan dan pentas bersama. Pusat Pelatihan Tari dan Musik Traditional Sekar Budaya Nusantara, adalah sepenuhnya non-profit oriented, tujuan utama mendidik dan menumbuhkan apresiasi generasi muda pada seni traditional. Setiap siswa didik tidak dipungut biaya pendaftaran dan iuran bulanan, honor guru dan pelatih ditangung sepenuhnya oleh Sekar Budaya Nusantara. Setiap kali latihan siswa diberi konsumsi agar mereka tetap semangat berlatih.Agar merasa dalam kenersamaan , siswa diberi secara Cuma – cuma seragam latihan sehingga tidak ada yang merasa lebih dan berbeda antara satu dengan lainya.

Pusat Pelatihan Tari dan Musik Traditional Sekar Budaya Nusantara diselengarakan setiap hari Minggu mulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00.Pembagian kelas atau kelompok latihan adalah,kelas Pemula,kelas Madya dan kelas Lanjutan.Dalam kelas ini tidak dibatasi umur, melainkan diukur dari tingkat kemahiran masing-masing siswa,dan sistem kenaikan tingkat diadakan setiap 6 bulan (enam) bulan sekali. Sumber pendanaan dari Pusat Pelatihan Tari dan Musik Traditional ini masih sepenuhnya ditanggung oleh Sekar Budaya Nusantara sendiri dan ditambah bantuan atau donasi dari fuhak-fihak yang secara suka rela memberikan bantuan, antara lain seperti Bapak Sudwikatmono.

Pusat Pelatihan ini sudah mempunyai siswa dari usia 5 tahun sampai 17 tahun keatas sebanyak 85 orang dan rata-rata setiap bulan bertambah antara 2 – 3 orang.Penanggung jawab Pusat Pelatihan ini Ibu Lyta Soedarsono, dengan guru atau pelatih tari terdiri dari Ibu Surip Handayani, Senthun Bhima Nugraha, Rika Silisdiana dan Guru atau pelatih musik terdiri dari Bapak Kadar Sumarsono, Gatot Juwito SSn, dan Jito.(Doddy.S)

 

About The Author

Number of Entries : 387

Leave a Comment

© 2011 Powered By SekarBudayaNusantara by SBN Team

Scroll to top